Rabu, 13 November 2013

Hamster Bisa Menolong Anak Austis Lho?

By: Andi Nursaiful/berbagai sumber

Bagi mereka yang benar-benar memelihara hamster sebagai pet, bukan sebagai komoditas bisnis, atau bukan sekadar latah nge-pet, tentu sudah merasakan manfaat yang besar. Bukan saja mampu menenangkan pikiran (juga batin), tetapi juga bisa melatih tanggung jawab, disiplin, dan kecintaan kita terhadap makhluk ciptaan Tuhan.

Orang tua yang membolehkan anak-anaknya untuk memiliki peliharaan, termasuk hamster, juga secara tidak langsung mengajarkan mereka untuk lebih mencintai makhluk hidup, sekaligus mengajarkan disiplin dan tanggung jawab. Tentu kalau urusan memberi makan, membersihkan kandang, dst, tidak dilakukan sepenuhnya oleh orang tua, ya.

Banyak studi ilmiah yang sudah membuktikan bahwa hewan peliharaan memang mampu meningkatkan kualitas kesehatan manusia. Interaksi dengan hewan peliharaan, terbukti mampu menurunkan tingkat stres, tekanan darah dan kolestrol. Manfaat pet sudah diterapkan kepada pasien-pasien di rumah sakit hingga penjara dan fasilitas psikologi lainnya.

Nah, sebuah studi terbaru menemukan manfaat lain memelihara hamster dan hewan peliharaan lainnya. Pet mampu membantu anak-anak penderita autisme, memicu anak autis untuk berperilaku sosial. Bermain dengan pet ternyata membuat mereka lebih tenang, lebih riang, dan lebih fokus.

Pertanyaannya, apakah itu berlaku untuk semua jenis pet? Apakah hanya untuk spesies tertentu? Atau apakah tergantung ukuran petnya?

Di waktu-waktu lalu, para peneliti hanya menggunakan dua jenis pet, yaitu anjing dan kuda, untuk dipelajari manfaatnya terhadap anak-anak penderita autisme. Hanya baru-baru ini, pet lain mulai diteliti.


Sebuah studi yang dilakukan di University of Queensland, Australia, melibatkan 99 anak-anak berusia 5 hingga 13 tahun. Sebagian adalah penderita autisme dan sebagian anak normal. Mereka dibagi dua kelas. Satu kelas diberi banyak mainan buatan pabrik, dan kelas lainnya diperkenalkan dengan hamster dan guinea pigs.

Hasilnya, anak-anak autis yang bermain dengan pet ternyata mampu bersosialisasi dengan anak lain, ketimbang anak autis yang bermain dengan mainan pabrik. Peningkatan perilaku sosial itu mencapai 55%. Selain itu, mereka juga lebih sering senyum, mau bercakap, dan jarang menangis.

Studi lain yang dilakukan di Autism Resource Center, Rumah Sakit Bohars, Perancis, menunjukkan hasil serupa. Ketua tim peneliti, Marine Grandgeorge, menyimpulkan juga bahwa manfaat pet akan lebih besar terhadap anak-anak autis yang berusia 5-12 tahun.


Yang tak kalah menarik, hasil penelitian Autism Resource Center ini juga memastikan bahwa semua pet, apapun jenis, spesies, dan ukurannya, mampu membantu anak-anak penderita autisme.

Nah, teman-teman, sebaiknya mulai lebih menghargai dan merawat dengan sungguh-sungguh hamster dan pet kita (Apalagi jika diam-diam ada yang merasa menderita autisme, he he).

Sekadar informasi, satu dari 88 anak-anak di AS, didiagnosa menderita Autism Spectrum Disorders/ASD (data dari Centers for Disease Control and Prevention, 2013). Di Indonesia, jumlah penderita ASD atau autisme pada 2013 diperkirakan lebih dari 112.000 anak (data BPS 2013). Di seluruh dunia, menurut UNESCO (2011), 6 dari 1000 orang mengidap autisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar